Lompat ke isi utama
x
Penampilan tari saman

Siswa-Siswi Madrasah Unjuk Penampilan di Launching Pusaka Sakinah

Bantul (Kankemenag) - Launching Pusaka Sakinah dan Kampung Zakat Wakaf Kementerian Agama turut menampilkan bakat-bakat terbaik siswa-siswi madrasah Daerah Istimewa Yogyakarta. Penampilan yang dikemas dalam pra acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB di gedung induk lantai 3 Pemda Bantul. Sejak pukul 07.00 WIB siswa-siswi madrasah sudah melakukan gladi bersih di lokasi acara.

Kantor Kemenag Bantul selaku tuan rumah menunjuk MI Al Koiriyah Peret dan MAN 2 Bantul untuk mengutus siswa-siswi terbaiknya untuk mengisi acara tersebut. Kepala Kantor Kemenag Bantul Drs. H. Bukhori Muslim, M.Pd.I menandaskan, “Kantor Kemenag Bantul merasa terhormat dan berterima kasih karena dapat ditunjuk menjadi tuan rumah launching program pusaka sakinah yang dihadiri oleh kepala Kantor Urusan Agama se-Indonesia”.

MI Al Khoiriyah Pleret Bantul mengirimkan 14 siswanya yang terdiri dari siswa-siswi kelas 5 dan 6 untuk menampilkan hadrah terbaiknya. Siswa-siswi yang tergabung dalam hadrah An Nictar dibawah bimbingan Heri Kiswanto M.Pd. ini menampilkan 2 lagu dalam pra acara. Dengan menggunakan kostum kombinasi biru kuning dan dibalut dengan batik, siswa-siswi MI Al Khoiriyah tampil dengan menawan dan dapat menghibur hadirin saat acara tersebut.

Subarniyati, M.Pd Kepala MI Al Khoiriyah menyampaikan sambutan hangatnya karena MI Al Khairiyah sudah diberikan sarana dan ruang untuk publikasi dan promosi sekolah. Subarniyati juga menambahkan, “Kegiatan ini juga sebagai ajang menempa keberanian dan kepercayaan diri siswa-siswi kami."

Sementara itu MAN 2 Bantul juga diberikan kesempatan untuk menampilkan Tari Rampo yang merupakan tarian budaya dari provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. MAN 2 Bantul mengutus 16 siswanya yang terdiri dari 14 penari, 1 penyanyi dan 1 penabuh. Tari yang dibimbing oleh alumni MAN 2 Bantul Belinda Andriani ini menarik mata setiap hadirin yang datang. Siswa-siswi yang tergabung dalam tari rampo ini merupakan siswa-siswi kelas 11 dan 12 yang sudah dilatih rutin, dan bahkan kostum yang dikenakan merupakan karya dari siswa-siswi MAN 2 Bantul sendiri. (Jojo/Afa)